October 22, 2004

hikmah vs. dilema



Dilema kali ini ada hikmahnya nggak ya...??

My honey minta aku kirim CV ke PT "TI" melalui i-net. Soalnya dia nggak dapet fasilitas i-net dari kantor.

Dilema:
- Pingin lakukan apa pun yang dia minta.
- Nggak pingin jauh dari dia.

Dia itu orangnya pinter, kreatif. Kerjanya cepat dan akurasinya tinggi. Beberapa kali bekerjasama dengan dia, aku puas banget dengan hasil kerjanya. Ini bukan belain dia karena aku cinta mati sama dia lho, tapi kenyataan! Banyak kok yang mengakui kinerja dia yang bagus.

Jadi sebetulnya aku yakin, dia bisa dapatkan kerjaan apa pun yang dia inginkan....

Seharusnya.

Sudah hampir dua tahun aku kenal dia, setiap beberapa bulan sekali dia mengirim CVnya ke berbagai perusahaan. Tentunya dengan alasan perbaikan penghidupan..., mencari perusahaan yang mo menggaji dia lebih tinggi. Kerjaan di perusahaan kami nggak jelek-jelek amat, proyeknya cukup punya nama, kalo liat deretan nama proyek yang ditangani dalam CV, pasti orang di bidang konstrusi bakalan terkagum-kagum: proyeknya besar-besar, bekerjasama dengan kontraktor yang ngetop.
Tapi nggak bisa dipungkiri bahwa bayaran kami pas-pasan. Teman-temanku aja bilang, mustinya aku digaji dua kali lipat dengan latar belakang pendidikan dan pengalamanku di bidang ini. Masalahnya, bos kami nggak tegaan. Banyak klien yang nunggak bayaran, didiemin aja. Yang ketempuhan ya kami pegawai....

Nah, jadilah ceritanya my honey rajin kirim CV ke sana ke mari.

Tapi....
Masa bodo dibilang kegeeran.
Tapi ini beneran: dia nggak boleh jauh-jauh dariku.

Selama ini nggak ada lamarannya yang nyangkut. Padahal hampir selalu dengan rekomendasi temannya. Temannya menjamin dia bakal diterima. Entah ditolak dari sananya (tapi kayaknya nggak mungkin deh, kecuali dengan alasan nggak cocok nego gaji), atau dia yang tolak.
Malahan ada tawaran yang menurutku menggiurkan banget, yaitu satu konsultan arsitek terkemuka yang menawarkan dia untuk menjadi subnya, dengan syarat dia bikin semacam perusahaan kecil dengan 2-3 orang anak buah. Nggak dia ambil karena butuh modal besar, padahal aku bilang aku mo bantu.
Pernah juga dia nggak bisa memenuhi panggilan wawancaranya, karena pagi itu di luar pagar kompleks rumahnya ditemukan mayat tukang ojek. Polisi melarang seluruh penghuni kompleks itu untuk keluar.

Kali ini dia ditelepon temannya yang sudah masuk "PT TI" duluan yang beberapa bulan yang lalu meminta Honey memasukkan lamarannya, katanya dijamin diterima. Lama banget nggak ada kabar dari sana.
Kebetulan kemarin aku mendadak teringat akan "PT TI" itu. Asyik, aku pikir, dia nggak dipanggil! Eh tapi tadi pagi temannya itu meneleponnya. Dia diminta kirim lagi CVnya melalui i-net saja. Katanya, temannya bingung, kok ada orang lain yang udah masuk, sedangkan Honey dipanggil wawancara pun tidak.

Jadilah tadi pagi dia minta aku kirim e-mail.

Aku sempat bilang nggak mau sih, waktu dia minta tolong. Dia cuma ketawa, udah biasa liat aku sewot setiap dia ngomongin prospek di perusahaan lain.

Tapi ya gimana, aku kan udah janji sama dia: "your wish is my command".

Jadilah tadi pagi aku kirim e-mail untuk dia.

Jahat nggak ya, kalo aku berdoa supaya dia nggak diterima di sana...?? Posted by Hello

0 Comments:

Post a Comment

<< Home